Senin, 27 Februari 2012

eat eat eat - WAGYU in Four Season Hotel by Chef Vindex

Bah .. judul diatas tidak bisa saya persingkat, karena setiap informasi dipost ini harus tercermin di head line judul. Judul diatas juga salah satu judul terpanjang dari sekian banyak postingan yang udah saya buat dari sebelum-sebelumnya. By the way saya akan merasa sayang banget kalo saya ga mengupload postingan ini, yg sebenernya juga kebetulan saya temukan lagi dari hasil merogoh-rogoh , serta mengkorek-korek ' ARTEFAK ' foto - foto lama saya ketika tahun 2010 ( awalan pertama saya kerja di Gogirl ! Magazine ). 



Dulu saya masih liputan 'Chill Places ' bersama salah satu reporter yang telah membuat saya menjadi sekarang, initinya mah, dia sangat berjasa terhadap saya, ikut membentuk saya ( meskipun belum berbentuk :p ) dengan pengalaman yang telah dia share kepada saya. Mau tahu orangnya ?? silakan klik Vidi Prima.


( chef Vindex )


Kami bertualang mengelilingi beberapa restoran ' Wagyu ' di Jakarta , mulai dari yang kaki lima sampai kaki seribu alias gedongan, hotelan, tokoan. Terima kasih saya ucapkan kepada Vidi, berkatnya mungkin saya telah menjadi orang dari Tasikmalaya yang makan ' Steak Wagyu ' buatan sang maestor Chef  Vindex yang juga merupakan salah satu juri pada acara kompetisi masak bergengsi bernama ' Masterchef Indonesia ' di hotel Four Season tempat beliau biasa memasak.



 Tentulah rasanya tidak bisa dipungkiri lagi NGONAAAHHH !!!, dengan daging wagyu ala khas sapi Jepang dengan marbling grade 9 yang tidak mengandung banyak lemak di setiap bagiannya, super lembut, super juicy, dimasak dengan status medium rare , sudah pasti enak. Kalau ada yang bilang ga enak benar benar TERLLAALLUU !! Salah satu makanan yang tidak akan dilupakan seumur hidup !!

Sudah ah, sekian saja posting hari ini :D saya mau kerja lagi.. hehehe..
Selamat menjalani hari teman-teman.




 FYI :  1 piring dibanderol seharga Rp 600.000 - Rp 800.000,- ( lebih mahal daripada kost-kostan saya sebulan :p )



Photographed by Arman Yonathan
BON ! PICTORIALS 






Kamis, 16 Februari 2012

eat eat eat - The Sugarush Cafe

Kalau bicara soal kota Bandung dan salah satu jalannya yang terkenal, yaitu ‘Braga’, memang nggak ada habisnya. Meskipun peninggalan dari zaman Belanda, tapi jalanan ini nggak pernah berhenti untuk berevolusi. Bangunan-bangunan ‘jadul’ banyak dimodifikasi sama orang-orang Bandung dan berubah menjadi toko, café, galeri, sampai objek wisata. Kalian tau doong, hal apa yang bikin warga Bandung, sampai para pendatang di jalan Braga sangat tertarik dengan jalanan ini? Yup, bener banget.. tempat-tempat makannya! Dan Gogirl! menemukan satu spot kuliner di jalan Braga No.83, yaitu ‘The Sugarush Café’.
Meskipun baru berdiri sekitar 2 bulan yang lalu, The Sugarush Café sepertinya tidak mengalami kesulitan untuk bersaing dengan kafe dan tempat makan disekitarnya. Façade (bagian depan) bangunan zaman dulu ini sedikit dimodifikasi, kemudian dicat warna merah khas warna logonya. Nggak heran kalo bakal menarik perhatian kita. Kalau diluar tadi kita sudah terpikat oleh tampilan kafe yang unik, begitu masuk ke dalamnya kita akan disambut pramusaji yang ramah-ramah (dengan logat Sunda tentunya :D ). Dan disebelah kiri, kita bisa melihat deretan display Macaroons dan Tiramisu yang menyapa dengan tampilan warna yang akan menggugah appetite kita.
Sambil asyik memotret suasana interior, tiba-tiba sapaan hangat datang dari Mas Darwin Lim, salah satu dari ketiga owner The Sugarush Café. Dan sambil nyicipin makanannya, Gogirl! asyik ngobrol sama Mas Darwin. Mas Darwin sempat cerita kalo suasana kafenya memang didesain cozy, dengan suasana lampu temaram. Nah, untuk di bagian dalam yang terdepan, ada banyak display properti makanan, gelas, botol, yang memang sengaja dipasang untuk menimbulkan kesan di dalam warehouse. Kalo masuk ke bagian tengah kafe, kita akan melihat juntaian lampu-lampu dan dinding yang dipenuhi doodles (coretan). Ahaa, Gogirl! nemu tempat seru buat foto-foto niiih, hehe.. Dan ketika melangkah ke bagian belakang, kita bakal menjumpai desain interior yang lebih simpel. Jadi di dalam satu kafe, ada tiga suasana desain interior yang seruu banget! Ngomong-ngomong soal makanannya, The Sugar Rush Café nggak hanya menyajikan makanan manis. Dan Gogirl! siap menyantap menu-menu andalannya, mulai dari appetizer, main course, dessert, beverages, and now it’s MEAL TIME!
 Tuna Baked Rice

Loin Pasta

Bulatan kecil berwarna-warni dengan aneka rasa, cocok banget sebagai menu pembuka. Yum, rasanya yang nggak terlalu manis dan pas bikin Macaroons jadi menu favorit disini (Rp.6000). Setelah itu langsung ke makanan utamanya, yaitu Loin Pasta yang memang terbukti enak, dengan topping daging sapi panggang dan campuran antara creamy dan savory (Rp 39.000). Main Dish selanjutnya adalah Tuna Baked Rice (Rp.27.000) yang surprisingly delicious, dengan rasa gurih dari setiap sendok nasi yang ditumis, dan diakhiri rasa asam manis dari topping bumbu mayonnaise dan keju. I bet you gonna eat it up all!


 Lemon Squash

Sugarush Mocktail

Minuman jagoannya ada dua, Sugarush Mocktail dan Lemon Squash (Rp 15.000). And last but definitely not least, jagoan yang ditunggu-tunggu yaitu dessert Churros (Spanish doughnut), sejenis cemilan yang terbuat dari adonan tepung, lalu digoreng dengan bentuk panjang-panjang, dan ditaburi palm sugar. Hmm, rasanya manis dan renyah diluar, tapi di dalamnya gurih banget. Dan Churros (Rp.15.000) juga salah satu menu andalan yang selalu dipesan sama para tamu. Ok, kalo Gogirl! bikin top list kafe yang harus dikunjungi di Bandung, The Sugarush pastiii jadi number one on our lists!


 Churros

Macaroons



The Sugar Rush Cafe
Jl. Braga No 83, Bandung
022- 4236618
Buka: Senin-Kamis (11.00-22.00)
Jumat-Minggu (11.00-23.00)
@Sugarush_bdg

Photo Credit & Words by Arman Yonathan BON ! PICTORIALS



Rabu, 15 Februari 2012

PEOPLE - Silvia Sepatu Roda


See ? Sepatu Roda diatas itu milik seorang atlet Sepatu Roda juga, yaiyalah masa atlit balap bakiak ? -_- sepatu roda diatas membrandol dirinya dengan harga yang sangat hillarious  sampe mo bikin pengsan, entah mengapa, tetapi yang saya tau bahannya dari karbon, dan sepatunya tailor made bukan dibuat sama tukang jahit tapi loh !!! Artinya dibuat berdasarkan ukuran kaki, kemiringan, bentuk, panjang setiap jarinya, bahkan kalo ada korengan pun diukur :p ( bercanda denk :D ). Enough perkenalan sepatu nya, sekarang kita bertemu pemiliknya Sylvia sang atlet Sepatu Roda.


Meet ....... Sylvia ..... sang atlet sepatu roda yang juga membela nama Indonesia di seagames kemarin, dengan seragam merah putihnya ia menyempatkan diri untuk berpose dan diwawancara oleh seorang reporter bernama Nadia yang mana adalah salah satu anggota majalah tempat saya bekerja. Sylvia ini sangat cooperative, coba lihat saja hasil foto yang dibawah, yang menurut saya cukup well taken  karena saya berhasil membawa mood gerakan dengan memakai teknik panning photography yang bisa dilihat difoto. Akhir kata, terima kasih ya Sylvia atas kesempatannya.... :)  





Photographed by : Arman Yonathan 
Reporter : Baiq Nadia Yunarthi / Gogirl ! Magazine


- - - - - - - - - - - - - -


Senin, 13 Februari 2012

BEAUTY EDITORIAL - STRAIGHT FLOWN







 
STRAIGHT FLOWN 

- - - - -

Photographer : Arman Yonathan 
Stylist : Githa Moran 
Beauty Writer : Shanifer Ariela 
Makeup Artist : Jeinita Ante
Hair Stylist : Deddy 
Digital Imaging : Yohanes Radityo
Model : Carrine G!L 2011

- - - - -


BEAUTY EDITORIAL - FESTIVE POLISH PATTERN !





 
FESTIVE POLISH PATTERN 

- - - - -

Photographer : Arman Yonathan 
Stylist : Githa Moran 
Beauty Writer : Shanifer Ariela 
Makeup Artist : Jeinita Ante
Hair Stylist : Deddy 
Digital Imaging : Yohanes Radityo
Model : Karyn Putri G!L 2011

- - - - -



FASHION SPREAD - The Upper Size












as seen on Gogirl Magz January 2012

Photographed : Arman Yonathan 
Stylist : Githa Moran 
Stylist Ass : Media Friesna
Makeup : Jeinita Ante
Hair Stylist : Ajie
Digital Imaging : Yohanes Radityo
Talent : Michelle Jennifer G!L 11